Perkuat Restorasi Sosial Berbasis Budaya Jawa, Kalurahan Karangasem Gelar Sarasehan

Admin 28 April 2026 14:16:51 WIB

Karangasem-Paliyan (28 April 2026) Aula Kalurahan Karangasem menjadi saksi hangatnya diskusi mengenai penguatan nilai-nilai kesetiakawanan melalui restorasi sosial berbasis budaya Jawa (Selasa, 28/04). Lurah Karangasem, Sigit Purnomo, menyambut baik inisiatif ini dan berharap para peserta dapat menyerap ilmu dari para narasumber untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari perwakilan Dinas Sosial DIY, anggota DPRD DIY, akademisi, hingga tokoh masyarakat lintas sektor.

Dalam paparannya, Anggota DPRD DIY Komisi D Bidang Kesra, Demas Kursiswanto, A.Md, menekankan bahwa kesejahteraan sosial tidak hanya diukur dari materi, tetapi juga dari keharmonisan hubungan antarwarga. Menurutnya, menjaga tradisi lokal adalah kunci untuk menciptakan rasa kebersamaan yang kokoh. Dengan merawat adat istiadat yang ada, diharapkan gesekan sosial dapat diminimalisir dan kenyamanan hidup bersama tetap terjaga.

Sejalan dengan hal tersebut, Guru Besar Program Studi Bahasa Jawa UNY, Prof. Dr. H. Suwarno, M.Pd., mengingatkan pentingnya melestarikan ruh kebudayaan Jawa dalam keseharian. Beliau menyoroti tradisi gotong royong atau sambatan serta kegiatan religi seperti kenduri sebagai instrumen perekat sosial yang luar biasa. Baginya, tradisi-tradisi ini adalah warisan luhur yang tidak boleh ditinggalkan karena terbukti mampu menjaga stabilitas sosial di masyarakat Jawa.

Restorasi sosial ini dipandang sebagai langkah krusial di tengah gempuran modernisasi yang cenderung individualis. Melalui pendekatan budaya, masyarakat diajak kembali pada akar jati dirinya yang mengedepankan tepo seliro dan saling membantu. Peserta yang hadir tampak antusias menyimak diskusi, menyadari bahwa nilai-nilai lama justru menjadi solusi bagi tantangan sosial masa kini.

Acara yang berlangsung gayeng ini ditutup dengan harapan agar semangat kesetiakawanan sosial ini tidak berhenti di ruang aula saja. Para pamong kalurahan dan tokoh masyarakat diharapkan mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, visi mewujudkan kesejahteraan sosial melalui kearifan lokal bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang bisa dirasakan bersama.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Redaksi
    terimakasih KIKI SAHABAT PENA atas kunjungannya, k...baca selengkapnya
    23 April 2018 14:34:39 WIB
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial