Pemerintah Dorong Perlindungan Petani Melalui Sosialisasi AUTP di Karangasem

Admin 14 April 2026 13:11:36 WIB

Karangasem-Paliyan (Sida, 14 April 2026) Kegiatan sosialisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) baru saja digelar di Aula Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, sebagai langkah nyata untuk memitigasi risiko gagal panen bagi para petani setempat (Selasa, 14/04). Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua Tim Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Ari Widiastuti, S.P.,Koordinator BPP Paliyan, Suparto, S.ST., serta Lurah Karangasem, Sigit Purnomo. Kehadiran para penyuluh pertanian dan anggota Gapoktan Sido Makmur Karangasem juga menambah antusiasme dalam diskusi mengenai pentingnya perlindungan finansial bagi sektor pertanian.

Dalam sambutannya, Lurah Karangasem menekankan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi warga, namun sangat rentan terhadap dinamika alam. Melalui program AUTP ini, pemerintah berupaya memberikan jaring pengaman agar petani tidak langsung terpuruk saat menghadapi kendala di lapangan. Fokus utamanya adalah pengalihan risiko, di mana beban kerugian yang biasanya ditanggung sendiri oleh petani dapat diminimalisir melalui sistem asuransi yang terstruktur.

Program AUTP ini dirancang untuk menjamin keberlangsungan usaha tani dengan memberikan ganti rugi atas kerusakan tanaman padi. Ganti rugi yang diterima nantinya dapat digunakan kembali oleh petani sebagai modal kerja untuk musim tanam berikutnya. Dengan adanya kepastian modal ini, diharapkan roda ekonomi petani di Kalurahan Karangasem tetap berputar meski mereka sempat mengalami kendala teknis maupun faktor alam yang tidak terduga.

Adapun risiko yang dijamin dalam perlindungan ini mencakup berbagai ancaman utama yang sering menghantui lahan persawahan, mulai dari bencana banjir dan kekeringan hingga serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Jenis hama yang masuk dalam cakupan proteksi meliputi penggerek batang, wereng batang coklat, walang sangit, hingga gangguan tikus. Dengan cakupan perlindungan yang luas tersebut, para petani diharapkan dapat bertani dengan lebih tenang dan optimis dalam meningkatkan produktivitas hasil bumi mereka.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar