Nuansa Budaya di Kalurahan Karangasem: Pamong Kompak Kenakan Busana Jawa

Admin 05 Februari 2026 13:40:20 WIB

Karangasem-Paliyan (05 Februari 2026) Ada pemandangan yang tak biasa saat melangkah masuk ke Kantor Kalurahan Karangasem pada Kamis Pon ini. Suasana perkantoran yang biasanya formal dengan seragam dinas harian, kini berubah drastis menjadi kental dengan nuansa budaya (Kamis Pon, 05/02). Lurah Karangasem, Sigit Purnomo, tampak bersahaja memimpin jajarannya dengan mengenakan pakaian tradisional Jawa lengkap, atau yang dikenal dengan Gagrak Ngayogyokarto. Transformasi penampilan para pamong ini seketika membawa nuansa keraton yang adiluhung ke dalam ruang pelayanan publik.

Langkah ini bukan tanpa alasan, melainkan bentuk kepatuhan dan tindak lanjut atas Surat Edaran Bupati Gunungkidul Nomor 1 Tahun 2026. Sigit Purnomo menjelaskan bahwa penggunaan busana adat ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah dalam menjaga identitas budaya Yogyakarta agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. Menurutnya, mengenakan busana tradisional di hari Kamis Pon memberikan kebanggaan tersendiri bagi para perangkat desa sekaligus menjadi sarana edukasi visual bagi masyarakat yang datang berkunjung.

Meski mengenakan kain jarik dan keris yang terselip di pinggang, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar tanpa hambatan saat melayani administrasi warga di loket pelayanan. Semangat "nguri-uri kabudayan" ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pakaian saja, tetapi juga meresap ke dalam perilaku pelayanan yang ramah dan santun khas masyarakat Yogyakarta, menciptakan harmoni antara tradisi dan profesionalisme kerja.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar