Pertegas Kesiapsiagaan, Kalurahan Karangasem Gelar Bimtek Pembentukan Kampung Siaga Bencana

Admin 09 Juni 2026 15:40:28 WIB

KARANGASEM-PALIYAN ( 9 Juni 2026) Pemerintah Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, mengambil langkah nyata dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam melalui bimbingan teknis (Bimtek) Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB). Kegiatan yang berjalan lancar di Aula Kalurahan Karangasem ini dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial P2A Kabupaten Gunungkidul, Suyono, SE., serta Seksi Perlindungan dan Jaminan Sosial, Puji Muryanti, S.IP., MAP. Kehadiran Ketua FK Tagana Gunungkidul, Fauzia Mustika Fakih, S.AP., bersama Pamong Kalurahan dan perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (Kaltana) setempat, menegaskan komitmen bersama dalam membangun ruang hidup yang lebih aman dan tangguh (Selasa, 09/06).

Dalam sambutannya, Kamituwa Karangasem, Karsiyem, SE., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada jajaran Dinas Sosial P2A yang telah hadir sebagai narasumber. Menanggapi hal tersebut, Suyono, SE., mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten Gunungkidul baru memiliki 16 KSB yang tersebar di berbagai wilayah. Berkaca dari jumlah tersebut, ia menaruh harapan besar agar pasca-pelaksanaan bimtek ini, Kalurahan Karangasem dapat bergerak cepat untuk segera meresmikan dan mengaktifkan struktur KSB mandiri demi meminimalisasi dampak risiko bencana di masa depan.

Lebih dalam mengenai konsep KSB, Puji Muryanti memaparkan bahwa keberhasilan program ini bertumpu pada tiga aspek utama yang saling berkesinambungan. Pertama adalah aspek fisik yang meliputi pemetaan wilayah rawan risiko serta penyediaan sarana vital seperti gardu siskamling dan lumbung sosial. Kedua adalah aspek sosial yang berfokus pada pengorganisasian warga, edukasi berkelanjutan, dan pembentukan jejaring kesiapsiagaan. Sementara yang terakhir adalah aspek ekonomi yang menyasar pada strategi pemulihan mata pencaharian masyarakat pascabencana. Seluruh aspek ini sengaja dirancang dengan mengedepankan pendekatan berbasis masyarakat agar warga tidak hanya menjadi objek, melainkan aktor utama dalam penyelamatan lingkungan mereka sendiri.

Memasuki acara inti, Fauzia Mustika Fakih selaku Ketua FK Tagana Gunungkidul mengupas tuntas materi teknis mengenai persiapan pembentukan KSB untuk tahun 2026 secara terperinci. Ia menjabarkan langkah-langkah strategis mulai dari penyusunan standar operasional prosedur (SOP) lokal, simulasi evakuasi, hingga manajemen logistik di tingkat kalurahan. Melalui pemaparan yang interaktif tersebut, para peserta bimtek diharapkan memiliki modal pengetahuan yang matang untuk menyusun kepengurusan KSB yang solid, responsif, dan siap digerakkan kapan saja saat situasi darurat terjadi.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Redaksi
    terimakasih KIKI SAHABAT PENA atas kunjungannya, k...baca selengkapnya
    23 April 2018 14:34:39 WIB
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial