Bupati Gunungkidul Hadiri Kepyakan Gotro Cor Rabat Jalan di Trowono, Hidupkan Kembali Semangat "Gugu

Admin 09 Juni 2026 14:51:18 WIB

KARANGASEM-PALIYAN (9 Juni 2026) Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., menghadiri acara Kepyakan kegiatan Gotong Royong (Gotro) Program Infrastruktur Cor Rabat Jalan yang berlangsung di Padukuhan Trowono, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan. Acara ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul Dapil 5, Ery Agustin, S.E., M.M., unsur Forkompimkab Gunungkidul, Forkompimkap Paliyan, serta Lurah beserta seluruh pamong Kalurahan setempat. Mengusung tema "Gotong Royong Membangun Gunungkidul Raya", kegiatan ini menjadi simbol sinergi kuat antara Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, TNI, POLRI, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman dari bencana.

Dalam sambutannya, Lurah Karangasem menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terlaksananya kegiatan Gotro di jalan lingkungan Trowono A dan Trowono B yang dinilai sangat menyentuh kebutuhan warga. Tak hanya itu, Lurah juga memanfaatkan momentum berharga ini untuk memohon doa restu serta dukungan dari pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait rencana pembangunan fasilitas pendidikan. Ia mengabarkan bahwa mantan Dukuh Trowono A, H. Harto Dwiharjo, telah dengan tulus mewakafkan sebidang tanah miliknya untuk dijadikan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) demi kemajuan generasi muda di wilayah tersebut.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga masyarakat atas partisipasi aktif dan kepedulian mereka dalam menyukseskan kegiatan Gotro ini. Menurut Bupati, program pembangunan infrastruktur ini bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan sebuah upaya nyata untuk memelihara dan menghidupkan kembali budaya tolong-menolong serta kearifan lokal "gugur gunung" yang telah lama menjadi jati diri masyarakat di bumi Gunungkidul.

Lebih lanjut, Bupati juga menekankan bahwa gerakan gotong royong seperti ini merupakan solusi cerdas dan strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah. Di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi oleh pemerintah daerah, optimalisasi kekuatan swadaya dan partisipasi aktif masyarakat terbukti mampu menjadi motor penggerak pembangunan yang efektif. Dengan demikian, pembangunan fasilitas publik tetap dapat berjalan maksimal tanpa harus sepenuhnya bergantung pada APBD.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Redaksi
    terimakasih KIKI SAHABAT PENA atas kunjungannya, k...baca selengkapnya
    23 April 2018 14:34:39 WIB
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial